Wednesday, August 27, 2008

Tips mencegah demam berdarah

Tips mencegah demam berdarah

Untuk mencegah terkena penyakit Demam berdarah, ada beberapa hal yang harus kta perhatikan, antara lain:

1. Menjaga kebersihan lingkungan
dengan Penyemprotan lingkungan sekitar; Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan 3M menutup, menanam, serta menguras wadah yang dapat menampung air.

2. Makan makan bergizi
Mengonsumsi “Menu Sehat Seimbang” dan memperhatikan kebersihan makanan. Makanan Kesehatan, Mengoptimalkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan kesehatan.

3. Minum Air Kelapa Muda
Di dalam air kelapa muda terkandung mineral kalium, sodium, chloride, dan magnesium. Zat-zat ini adalah elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk membantu mengatasi ancaman syok pada kondisi kekurangan cairan. Selain kandungan kalium, air kelapa muda juga mengandung gula, vitamin B serta C dan protein.

4. Minum Air Jus
Kekurangan cairan karena demam berdarah bisa juga diatasi dengan air jus. Tidak selalu harus jus jambu biji. Bisa jus pepaya, jeruk, mangga, atau jus kelapa asal pasien suka. Kadar air dalam buah terhitung tinggi, yaitu bervariasi antara 65%-92%, sehingga bisa menutupi kekurangan cairan akibat merembesnya plasma darah keluar dari pembuluh. Mengonsumsi jus berarti membantu proses pencernaan tubuh dengan mempercepat penyerapan nutrisi kualitas tinggi yang terkandung dalam jus.

5. Jambu Biji
Hasil penelitian tentang tanaman ini menyebutkan ada kandungan manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, dan logam alkali. Dengan kandungan itu, alang-alang bersifat antipiretik (menurunkan panas), diuretik (meluruhkan kemih), hemostatik (menghentikan pendarahan), dan menghilangkan haus.

6. Mengubur semua benda yang bisa menjadi tempat jentik berkembang
seperti kaleng bekas, pot tanaman bekas, dan benda-benda lain yang bisa menampung air hujan dan dapat menjadi tempat air tergenang. Bak atau tempat penampungan air harus ditutup untuk mencegah nyamuk bertelur di tempat itu, dan dikuras paling tidak dua kali seminggu untuk tidak memberi kesempatan pada telur-telur nyamuk (jika ada) menetas menjadi jentik.

7. Abatisasi
yaitu menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air. Jentik nyamuk Aedes efektif dibasmi dengan abate 1% yang ditaburkan ke dalam penampungan air dengan takaran 1 gram untuk 10 liter air. Keampuhan abete bisa efektif sampai dua bulan dalam bak yang tidak dikuras.

8. Pengasapan
untuk membasmi nyamuk dewasa, walaupun sebenarnya hasilnya kurang efektif. Jika terpaksa harus melakukan pengasapan sebaiknya pada pagi hari, saat angin belum banyak bertiup, dan jangan dilakukan berulang-ulang. Pengasapan yang dilakukan secara berulang-ulang dapat mengganggu keseimbangan ekologi, termasuk meningkatkan kekebalan nyamuk tersebut.

9. Upayakan agar selalu memasang kawat nyamuk halus
pada pintu, lubang jendela, dan ventilasi di seluruh bagian rumah. Hindari menggantung pakaian di kamar mandi atau tempat yang gelap. Yang terpenting adalah selalu menjaga kebersihan lingkungan dan segeralah ke rumah sakit begitu Anda curiga mendapat penyakit yang kini.


2 comments:

Anonymous said...

Thanks atas infonya yah...
lengkap bgt..

dr herbal said...

terimakasih banyak,mbak manis! infonya sangat membantu sekali...