Labels

Showing posts with label Pena. Show all posts
Showing posts with label Pena. Show all posts

Tuesday, November 2, 2021

Pembukaan PembaTIK Level 4 Propinsi Jawa Timur Minggu, 31 Oktober 2021



Minggu, 31 Oktober 2021 adalah pembukaan PembaTIK Level 4 Propinsi Jawa Timur.PembaTIK adalah merupakan singkatan dari Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pembelajaran dengan menggunakan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi. Sebuah program peningkatan kompetensi melalui proses pembelajaran/pelatihan/pembimbingan dengan menggunakan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi. Manfaatnya, guru dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam melaksanakan pembelajaran.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Mamik Suparmi, M.Pd. memberikan motivasi kepada peserta PembaTIK Level 4 Jawa Timur. Peserta haruslah bangga terpilih 30 terbaik dari 14 ribu peserta di Jawa Timur. Tak lupa, Ibu Mamik memberikan wejangan bahwa guru itu terbagi dalam 4 kuadran, apakah itu?


1. Kategori Pertama : Kuadran I (Guru Professional)
Guru yang profesional memiliki tingkat kompetensi/abstraksi yang tinggi dan tingkat komitmen yang tinggi. Ia benar-benar professional melalui peningkatan kemampuan yang terus menerus. Orang yang profesional selalu punya kemampuan untuk mengembangkan dirinya terus menerus. Ia tidak hanya mampu mencetuskan ide-ide, aktivitas maupun sarana penunjang tetapi ia juga terlihat secara aktif dalam melaksanakan suatu rencana sampai selesai. Ia adalah seorang pemikir dan sekaligus pelaksana.
2. Kategori Kedua : Kuadran II (Guru Analytical Observer)
Guru Analytical Observer memiliki tingkat kompetensi/abstaksi tinggi tetapi tingkat komitmen rendah. Ia pandai, sangat menyukai suka mengkritik, mempunyai kemampuan bicara yang tinggi, selalu mencetuskan ide-ide yang besar tentang apa yang bisa dikerjakan di kelas atau secara keseluruhan di sekolah. Ia bisa mengajukan ide atau rencana-rencana besar secara gamblang dan memikirkan langkah langkah pelaksanaannya demi tercapainya program itu. Ide-idenya tak pernah/jarang terwujud. Ia tahu apa yang harus ia kerjakan tetapi tidak bersedia mengorbankan waktu, energi dan perhatian khusus untuk melaksanakannya.
3. Kategori Ketiga : Kuadran III (Guru Drop-Out)
Guru Drop-Out mempunyai tingkat kompetensi/abstraksi dan tingkat komitmen yang rendah. Ia termasuk guru yang kurang bermutu. Guru seperti ini memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu: hanya melakukan tugas rutin tanpa tanggung jawab, perhatiannya hanya sekedar untuk mempertahankan pekerjaannya, memiliki sedikit sekali inovasi untuk memikirkan perubahan apa yang perlu dibuat dan puas dengan melakukan tugas rutin yang dilakukan dari hari kehari.
4. Kategori Keempat : Kuadran IV (Guru Unfocused Worker)
Guru Unfocused Worker memiliki tingkat kompetensi/abstraksi yang rendah, tetapi tingkat komitmennya tinggi. Ia terlalu sibuk, sangat energetik, anthusias dan penuh kemauan. Ia berkeinginan untuk menjadi guru yang lebih baik dan membuat situasi kelas lebih menarik sesuai dengan keadaan peserta didiknya. Ia bekerja sangat keras dan biasanya meninggalkan sekolah penuh dengan pekerjaan yang akan dibuat di rumah. Sayangnya tujuan-tujuan yang baik tersebut terhalang oleh kurangnya kemampuan guru untuk menyelesaikan persoalan dan jarang sekali melaksanakan segala sesuatu secara realistis.

Tuesday, January 5, 2021

Manfaatkan Instagram Untuk Pembelajaran






 

Nah, kali ini, instagram dipergunakan untuk pembelajaran, untuk berkomunikasi antara guru dan peserta didik pada awal semester genap 2021. Kebosanan peserta didik yang sudah 10 bulan belajar secara daring dari rumah menimbulkan kejenuhan. Instagram dipergunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang menyenangkan di kala pandemi ini. Instagram sebagai media sosial bukan ruang pribadi melainkan ruang publik bagi remaja. Inilah yang dimanfaatkan untuk pembelajaran, sehingga siswa merasa nyaman dalam pembelajaran.

http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2021/01/manfaatkan-instagram-untuk-pembelajaran/

Monday, December 28, 2020

Pelatihan Menulis di PENA bagi Guru SMP Raden Paku Surabaya






Senin, 28 Desember 2020, SMP Raden Paku Surabaya mengundang saya untuk memberikan pelatihan bagi guru berkaitan dengan kompetensi menulis dan juga kemampuan menggunakan IT dengan lebih baik. Banyak guru, bahkan guru di sekolah manapun, sering kali memiliki masalah tidak percaya diri menulis, selalu penuh rasa kawatir tulisan mereka tidak layak, dan aneka rasa kawatir yang lain. Oleh karena itu SMP Raden Paku mengadakan kegiatan menulis. Sesungguhnya menulis itu mudah, cranya dengan mengabaikan semua kekawatiran. Abaikan itu semua, tetaplah menulis, apapun yang ingin kita tulis. Yakinlah tulisan kita bermanfaat bagi orang lain, dan tetap yakin bahwa apapun yang kita tulis diniatkan untuk berbagi apa yang kita ketahui. Tulislah apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita harapkan dari yang ada di sekitar kita.
Selanjutnya setelah pelatihan menulis, guru menggunggah karya mereka di Pena dengan alamat di pena.belajar.kemdikbud.go.id. Seluruh guru SMP Raden Paku Surabaya antusias menulis. Topik tulisan kali ini adalah bagaimana strategi pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Proses pembelajaran di sekolah merupakan hal terbaik sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan skill siswa. Selain itu banyak siswa menganggap bahwa sekolah adalah masa yang sangat menyenangkan, mereka bisa berinteraksi satu sama lain. Sekolah dapat meningkatkan keterampilan sosial dan kesadaran sosial siswa. Sekolah secara keseluruhan adalah media interaksi antar siswa dan guru untuk meningkatkan kemampuan integensi, skill dan rasa kasih sayang diantara mereka. Tetapi sekarang kegiatan yang bernama sekolah berhenti dengan tiba-tiba karena gangguan Covid-19. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran berubah pula.
Tiga tulisan sudah berhasil diupload di Pena http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/
Yaitu:

Thursday, October 1, 2020

Menulis Di Pena




 

Miss Ismi Efriyanti Duta Rumah Belajar yang Instagramable

 


Tulisan ini sudah dipublikasi di Pena

http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2020/09/miss-ismi-efriyanti-duta-rumah-belajar-yang-instagramable/

Ismi Efriyanti, S.Pd., Gr adalah Duta Rumah Belajar  Nasional 2017 dari Propinsi Kepulauan Bangka Belitung nama Bu Ismi telah dikenal luas sebagai sosok cantik yang instagramable oleh para guru di kalangan guru di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri. Selain itu Miss Ismi adalah narasumber TIK di berbagai kegiatan. Konten – konten Miss Ismi di Instagram layak dijadikan contoh oleh guru lain dalam memanfaatkan instagram untuk pembelajaran.




Instagrammable adalah sebuah istilah yang berasal dari kata baku Bahasa Inggris yakni Instagram dan Able. Istilah ini termasuk bagian dari bahasa gaul karena sering digunakan oleh anak muda atau remaja di media sosial, kemudian menyebar luas sehingga menjadi kata yang sering digunakan.

Aktif mengajar sejak tahun 2015 saat ini Miss Ismi mengabdi sebagai guru Bahasa Inggris di SMAS Bahrul Ulum Sungailiat. Beberapa karya inovasi yang telah diproduksi antar lain adalah video pembelajaran yang dimuat di channel youtube Rumah Belajar berjudul Narrative text dan Announcement Selain itu buku telah yang telah ditulisnya bersama teman-teman Duta Rumah Belajar Nasional 2017 yang berjudul Inovasi Pembelajaran Abad 21, juga berbagi opini melalui tulisan di surat kabar Babel Pos.

Pada tahun 2017 Miss Ismi mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar yang diselenggarakan oleh Pustekkom Kemendikbud dan sukses terpilih menjadi Duta Rumah Belajar perwakilan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berbagai rintangan dan hambatan di daerahnya tidak menyurutkan langkah Miss Ismi mempersembahkan karya terbaik bagi bangsa. Cita-citanya mulia, yaitu menyampaikan ilmu walau hanya sedikit. Sedikit tapi lama kelamaan akan menjadi bukit.

Berbekal semangat, ketekunan, dan kepercayaan diri, Miss Ismi kerap memberikan pelatihan TIK bagi guru di berbagai daerah, dengan semangatnya Miss Ismi selalu memotivasi siswa tentang pentingnya memiliki visi berfikir kreatif dan inovatif. Miss Ismi juga membantu guru lain memanfaatkan instagram agar lebih berguna bagi siswa, melalui Obrolan Asyik Seputar Instagram (OASIS). Di situlah Miss ismi kerap berbagi bagaimana mendayagunakan Instagram.

Link konten instagram pembelajaran

https://www.instagram.com/p/CFZpQlCBMEG/?igshid=13gr32gwugb97

https://www.instagram.com/p/CFT4dY8hFUp/?igshid=1degn5z7qdcxp

https://www.instagram.com/p/CFRKulEBnVm/?igshid=16848zgjlo7at

https://www.instagram.com/p/CFOntJhh7g-/?igshid=hykkm7r2d218

https://www.instagram.com/p/CFMrEFBBlSR/?igshid=167rmr9kd19m3

https://www.instagram.com/p/CFKA7tBh5bz/?igshid=7bfijqfa2ez1

https://www.instagram.com/p/CE1lMyhBxCd/?igshid=od9b605eiqt

https://www.instagram.com/p/CEyBnMthndx/?igshid=19yvewtpqevgh

https://www.instagram.com/p/CEyBnMthndx/?igshid=1m6jl7e9yobgy

https://www.instagram.com/p/CEqyFhbh4rC/?igshid=hwjehvq98374

https://www.instagram.com/p/CEmKQgghJci/?igshid=1vs6glsixeati

https://www.instagram.com/p/CEdkmOaBjvY/?igshid=1g7dwlau4zhga

https://www.instagram.com/p/CEZiUTlh_Jv/?igshid=173rtk2y7jno7

https://www.instagram.com/p/CEX7KHehNoy/?igshid=1oq1jn758182g

https://www.instagram.com/p/CEX6yxshxuB/?igshid=117bqrzinzi6t

https://www.instagram.com/p/CEJOuDzB2lG/?igshid=kdsxpc72iokk

https://www.instagram.com/p/CD5w8Wqh5Wq/?igshid=131my60a9vhml

https://www.instagram.com/p/CDvSMuUB0ww/?igshid=eyhnm3k1sd3a

https://www.instagram.com/p/CDs7Oaxh-Qf/?igshid=16kxyerd1zplk

https://www.instagram.com/p/CDoIp5eh1-F/?igshid=18ejhab1vq4ph

https://www.instagram.com/p/CDlTB8rB_SJ/?igshid=11zgxk7xv0jl0

https://www.instagram.com/p/CDiRoMchrx6/?igshid=stwys0e1b7so

https://www.instagram.com/p/CDbR8oghmkY/?igshid=13c1khuieeaqs

https://www.instagram.com/p/CDYQajrhFi3/?igshid=1uq55ouzyi1h8

https://www.instagram.com/p/CDWcqayhNm5/?igshid=l4yym4ausg59

Pesan Miss Ismi  untuk para guru, “Jadilah guru yang menginspirasi para siswa melalui karya dan semangat tauladan yang baik”. Gunakanlah selalu Rumah Belajar dalam pembelajaran, belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Thursday, September 5, 2019

Artikel Pena Pembekalan guru Inti

Rumah Belajar di Pembekalan Guru Inti Program PKP Jenjang TK Provinsi Jawa Timur Tahun 2019

http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2019/09/rumah-belajar-di-pembekalan-guru-inti-program-pkp-jenjang-tk-provinsi-jawa-timur-tahun-2019/


Thursday, September 6, 2018

Pelatihan Penulisan KTI Sebagai Wujud Kesadaran Pentingnya Publikasi Ilmiah Dimuat di Pena






Agustus 31, 2018

http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2018/08/pentingnya-publikasi-ilmiah/
Pusat Tekonologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom Kemendikbud) menyelenggarakan kegiatan pelatihan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk jurnal TEKNODIK. Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, dari tanggal 29 sampai dengan 31 Agustus 2018. Kegiatan ini bertempat di Hotel Bellevue Suite, Radio Dalam, Cilandak, Jakarta Selatan.
Pelatihan ini penting mengingat di abad ke-21 atau abad teknologi ini perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang begitu pesat menciptakan tantangan-tantangan baru dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang makin kompleks menuntut kesiapan dunia pendidikan untuk mengantisipasinya. Informasi dan pengetahuan yang kian beragam dan makin mudah penyebarannya menuntut guru dan siswa untuk dapat mempergunakan sebaik-baiknya. Informasi dan pengetahuan ada yang bernilai positif ada juga yang negatif. Oleh karena itu, filter dari guru sangat diperlukan. Perubahan teknologi yang cepat ini harus disertai dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Menanggapi tuntutan tersebut, kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) telah mengembangkan berbagai e-layanan pendidikan yang berbasiskan teknologi informasi dan komunikasi. salah satu di antaranya adalah pengembangan jurnal online TEKNODIK yang dapat diakses melalui laman.
Jurnal teknologi pendidikan diterbitkan oleh Pustekkom Kemendikbud, sebagai wahana penelitian, pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan/pembelajaran. Guna menjaring karya-karya baru dan memotivasi penulis untuk mengirimkan artikel ilmiahnya ke Jurnal TEKNODIK, maka perlu ada perekrutan baru untuk calon-calon penulis TEKNODIK untuk edisi berikutnya. Untuk tersebut perlu ada pembekalan terlebih dahulu berupa pelatihan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan baik pengetahuan maupun ketrampilan dalam penulisan dan mempublikasi tulisan ilmiah ke jurnal TEKNODIK.

Strategi yang ditempuh dalam kegiatan pelatihan ini adalah sebagai berikut: 
1) Mengundang dan menyosialisasikan informasi kegiatan pelatihan dengan info grafis melalui sosial media. 
2) Registrasi peserta secara online melalui aplikasi manajemen pelatihan Pustekkom dengan melampirkan konsep artikel yang akan dikembangkan, 
3) Seleksi peserta oleh panitia dan pengumuman peserta hasil seleksi. 
4) Pemanggilan peserta oleh panitia kegiatan, 
5) Pelaksanaan kegiatan pelatihan baik berupa teori maupun praktek, dengan perbandingan 40 : 60 Untuk teori, kepada para peserta akan disajikan materi-materi yang mengarah kepada petunjuk penulisan artikel ilmiah sesuai dengan tulisan jurnal online. Dalam praktik, para peserta pelatihan didampingi para pembimbing.
6) Praktek penulisan naskah . 
7) Pembimbingan penulisan naskah baik secara tatapmuka di tempat pelatihan, dilanjutkan dengan pembimbingan secara online setelah peserta kembai ke satuan kerja masing-masing. Penyerahan sertifikat pelatihan bagi psserta yang sudah mengumpulkan hasil praktik penulisan artikel ilmiah untuk TEKNODIK.

Materi dalam pelatihan ini adalah: 
1) Cakupan Tema dalam Jurnal TEKNODIK disampaikan oleh Dr. R Benny Agus Pribadi, M.A, 
2) Pengertian, jenis, gaya selingkung artikel KTI TEKNODIK oleh Bambang Warsita, 
3) Beberapa cara/strategi/tips dalam menulis KTI oleh Dr. Deni Dermawan, M.Si , 
4) Tahapan dalam penulisan KTI oleh Dr. Oos M. Anwas, 
5) Metode R&D serta hasil-hasil penelitian mutakhir di bidang Teknologi Pendidikan oleh Dr. Purwanto 
6) Kode Etik KTI, Plagiasi dan Sitasi oleh Prof. Fuad Rahman, M.Pd , 
7) Penggunaan Bahasa dalam Penulisan Artikel Ilmiah oleh Sudirman Siahaan dan Waldopo, 
8) Aplikasi Jurnal Online TEKNODIK (pengenalan dan penerapan) oleh Dwi Sumarwanto, M.Si, 
9) Bimbingan dan praktek penulisan KTI (secara tatapmuka dan daring ) oleh Fuad Rahman, R Benny Agus Pribadi, Deni Dermawan, Sudirman Siahaan, Purwanto, Bambang Warsita, Oos M Anwas, Waldopo, Dwi Sumarwanto.

Setelah mengikuti pelatihan penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk jurnal TEKNODIK peserta diharapkan mampu menulis sebuah artikel Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang siap dipublikasikan di jurnal TEKNODIK. Secara khusus setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu: 
a) menulis artikel untuk jurnal ilmiah; 
b) menggunakan aplikasi jurnal online; dan 
 c) menulis naskah untuk jurnal TEKNODIK sesuai gaya selingkung, format dan teknis penulisannya. Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah terlatihnya 40 (empat puluh) orang peserta dalam penulisan artikel ilmiah dan tersedianya 40 konsep artikel.

Hasil Karya Ilmiah:
Juara 1 dengan judul Aplikasi Strategi Pembelajaran Inside and Outside Circle untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Belajar Biologi Sel oleh Effiyati Prihartini MAN 20 Jakarta.
Juara 2 dengan judul Implementasi Model Project Based Learning dalam Membina Karakter Disiplin oleh Angger Saloko FKIP UNILUS
Juara 3
Dengan judul Penggunaan Akun Edmodo sebagai Upaya Mengurangi Dampak Negatif Media Sosial oleh Muzanip Alperi dari LPMP Bengkulu

Peserta terinteraktif:
1. Mardiyah dari SMPN 3 Torjun Jawa Timur
2. Suminah dari SMPN 7 Indralaya Utara Sumatra Selatan
3. Adang Sutarman dari SMPN 1 Pamarayan Banten

Sunday, August 12, 2018

Dinamika Pengalaman Menjadi Fasilitator Bimtek Daring Dalam Rangka Seleksi Duta Rumah Belajar 2018



Experience Dynamics to Become a Online Bimtek Facilitator in the Context of 2018 Home Learning Ambassador Selection
May 24, 2018


I am Rr. Martiningsih, from East Java. In November 2017, I was elected to become the National Best Learning Ambassador. This time, a screening was held to choose the 2018 Learning House Ambassador.
The initial step of the 2018 Ambassador Home Learning selection is for teachers to register online through the page http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id which on that page has a guide for choosing the province. Each participant who has registered can study the existing module, and after the specified day, the participant takes the first level exam and will get a certificate that can be downloaded online on the pages of each participant in the first level Information and Communication Technology Based Learning.
All participants who qualify for the first level are entitled to take part in the second level of training through the website of simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/pembatik and can learn through the modules provided and work on tasks to monitor the extent of the training participants' ability in understanding the training material. The second level module includes the Design of ICT-Based Learning, Utilization of Problem Bank Features, Utilization of Language and Literature Work Features, Utilization of Learning Resource Features, Vlogs of Home Learning and its Manuscripts.
The second level participants are guided to get information through telegram channels, here the participants of course learn to utilize smartphones more optimally. Participants can also communicate online with other participants and facilitators through the telegram group.
There are currently 10 telegram groups with members ranging from 300 to 350 participants who are willing to continue to the second level. Some participants who passed the first level did not continue to the second level for reasons of busyness or family problems.
I am an East Java Province facilitator in Class D. In the telegram group, some wanted to know why I could become the Best Learning House Ambassador. I answered, that I was like another teacher, while at home also doing tasks as housewives. If there is a competition that I believe I can, then I will take part in the competition. If it turns out I won, thank God, I was able to do the assignments. If I lose, thank God, that means I need to continue learning.
By participating in the competition, I actually understand the extent of our abilities, and we will learn a lot from other teachers. I am very aware that everyone is great. Everyone has greatness each. There are great singers (and that is not me), some are great singing holy verses of the Qur'an, and many other greats are not at all the same as everyone. Therefore, through a competition, we can improve our quality, by learning from other participants.
I often convey simple aphorisms or advice that builds the soul, citing the opinion of great motivators. Like, if we want to get better results, then we have to do more. If we do ordinary things, the results will also be mediocre.
At the end of the second level, it is determined who graduated and who did not graduate. Of course this creates a dilemma for those who do not pass.
Rest assured ... If Allah grants our wishes ... Verily Allah tests our gratitude ... If Allah postpones our wishes ... ... Allah really tests our patience ... If Allah does not grant our wishes ... Verily ... Allah will replace it with a better one.
Not graduating at level 2 not the end of everything ... the sun still shines illuminating a day full of meaning ... And God still bestows mercy on us for a brilliant success that must be beautiful in time. .
Hopefully any decision ... pass or not pass ... Received broadly.
Rr. Martiningsih, S.Pd, M.Pd
Duta Rumah Belajar 2017
East Java Province


Friday, August 10, 2018

Aplikasi Mobile Rumah Belajar sebagai Sarana Pembelajaran Abad 21









http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2018/08/aplikasi-mobile-rumah-belajar-sebagai-sarana-pembelajaran-abad-21/



Rumah Belajar kini tersedia dalam Aplikasi Mobile yang bisa diunduh di https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.kemdikbud.belajar.apprumahbelajar . Rumah Belajar sebagai mobile learning, dapat didefinisikan sebagai suatu fasilitas atau layanan yang memberikan informasi elektronik secara umum kepada pembelajar dan konten yang edukasional yang membantu pencapaian pengetahuan tanpa mempermasalahkan lokasi dan waktu. Portal Rumah Belajar merupakan sumber belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang telah maju begitu pesat dan cepat sehingga menciptakan tantangan-tantangan baru dalam proses belajar mengajar. Permasalahan yang muncul dengan perkembangan teknologi tersebut adalah kesiapan guru untuk mengantisipasinya.
Kehidupan di abad ke-21 memerlukan berbagai keterampilan yang harus dikuasai seseorang siswa, sehingga diharapkan pendidikan dapat mempersiapkan siswa untuk mampu menguasai berbagai keterampilan. Siswa harus menguasai empat pilar kehidupan yang mencakup learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together. Empat prinsip tersebut masing-masing mengandung keterampilan khusus yang perlu diberdayakan dalam kegiatan belajar, seperti yang biasa disebut 4C yaitu Communication (komunikasi), Collaboration (kolaborasi), Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan menyelesaikan masalah) , and Creativity and Innovation (kreatif dan inovatif), mampu memberdayakan literasi informasi, dan menyelesaikan dengan HOTs (Higher Order Thinking skills).
Rumah Belajar di dalamnya tersedia berbagai fasilitas antara lain Sumber Belajar, Buku Sekolah Elektronik (BSE), Bank Soal, Laboratorium Maya, Peta Budaya Indonesia, Jelajah Wahana Angkasa, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), dan Kelas Maya. Selain fasilitas yang telah disebutkan rumah belajar juga mempunyai fasilitas lain yaitu Karya Komunitas, Karya Guru, dan Karya Bahasa dan Sastra. Perkembangan Portal Rumah Belajar sebagai mobile learning yang merupakan media teknologi informasi dan komunikasi pada era sekarang ini menunjukan betapa semakin banyak inovasi yang telah dilakukan. Masyarakat cendrung menggunakan telephon genggam untuk menjadi media komunikasi antara satu orang kepada orang lain yangberada di tempat lain bergeser sebagai sarana untuk belajar. Hal itu sesuai dengan kemampuan, motivasi, keinginan serta kebutuhan masyarakat terhadap kegunaan dari pada media tersebut.
Penggunaan mobile learning sebagai media dalam proses pembelajaran merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas. Penggunaan Portal Rumah Belajar berbasis mobile learning dalam proses pembelajaran bertujuan agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara tepat-guna dan berdaya guna sehingga mutu pendidikan dapat ditingkatkan. Dalam beberapa dekade terakhir, kepemilikan perangkat bergerak (mobile devices) semakin meningkat. Hal ini disebabkan semakin terjangkaunya harga perangkat-perangkat ini oleh masyarakat.
Esensi pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuwan lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning) ketimbang penalaran deduktif (deductive reasoning). Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Sebaliknya, penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. Sejatinya, penalaran induktif lebih menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi ide yang lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum. Dengan pemanfaatan Portal Rumah Belajar berbasis mobile learning pada pelajaran diharapkan siswa lebih mudah untuk menerima materi pelajaran tersebut dan guru juga bisa lebih mudah dalam menyampaikan materi yang ada.
Proses belajar mengajar akan lebih mudah untuk dicapai dan diharapkan juga dapat meningkatkan prestasi belajar. Pemanfaatan Portal Rumah Belajar Berbasis mobile learning ini juga menarik perhatian siswa untuk belajar. Pemanfaatan mobile learning di kelas dapat membantu siswa yang kesulitan dalam memahami pelajaran yang dinilai sulit selama ini. Kehadiran Portal Rumah Belajar berbasis mobile learning yang menggunakan media elektronik telepon pintar ini ditujukan sebagai suplemen pembelajaran yang ada serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri mengenai materi yang kurang di kuasai di manapun dan kapan pun. Hal ini tentu dapat memberikan pengalaman yang berbeda dalam proses pembelajaran bagi siswa. Di masa yang akan datang Portal Rumah Belajar berbasis mobile learning akan semakin bertambah sangat cepat setiap harinya di seluruh dunia.
Peserta didik yang semakin butuh informasi dengan cepat untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Kini siswa tidak lagi hanya mendengar informasi yang disampaikan dari gurunya, juga tidak hanya membaca dari pustaka sekolah yang hanya memiliki buku-buku koleksi lama. Dengan memanfaatkan Portal Rumah Belajar berbasis mobile learning siswa dapat dengan mudah mendapatkan apa yang dibutuhkan untuk belajar. Pembelajaran dengan Portal Rumah Belajar berbasis mobile learning sangat cocok bagi siswa karena dapat dipelajari secara individual sesuai kemampuan siswa. Bagi siswa yang memiliki kemampuan lebih, dapat belajar dengan cepat, sebaliknya siswa yang kemampuannya kurang, dapat belajar sesuai kemampuannya. Melalui Portal Rumah Belajar berbasis mobile learning ini peserta didik dapat mengakses materi pembelajaran dan informasi dari mana saja dan kapan saja. Peserta didik tidak perlu menunggu waktu tertentu untuk belajar atau pergi ke tempat tertentu untuk belajar. Mereka dapat menggunakan teknologi mobile untuk keperluan belajar mereka baik formal maupun informal.