Labels

Showing posts with label Sosialisasi. Show all posts
Showing posts with label Sosialisasi. Show all posts

Saturday, February 4, 2023

Penyusunan ATP untuk Mata Pelajaran bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Informatika dan BK di SMP Muhammadiyah 9 Surabaya

 Sabtu, 28 Januari 2023









Sabtu, 4 Februari 2023 Penyusunan ATP untuk Mata Pelajaran bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Informatika dan BK di SMP Muhammadiyah 9 Surabaya

Saturday, January 21, 2023

Penyusunan TP dan ATP Mapel Seni Budaya, PJOK dan IPA di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya







Workshop Penyusunan TP. ATP, Modul Ajar MGMP SMP/ MTS Muhammadiyah Surabaya
Untuk Mapel Seni Budaya, PJOK dan IPA di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya

Saturday, November 12, 2022

PRAKTIK BAIK PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK






LIVE PODCAST - PRAKTIK BAIK PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK

💫NARASUMBER 1
R. Roro Martiningsih, S.Pd., M.Pd.
Duta Rumah Belajar 2017

💫 NARASUMBER 2
Rif'ah Radhiyati, S.Pd.
Sahabat Rumah Belajar Prov. Kalimantan Selatan 2022

💫HOST
Untung, S.Pd.
Guru Seni Budaya SMPN 55 Surabaya

📆 Jum'at, 11 November 2022
⏰ 18.00 - 19.00 WIB

Live Streaming Youtube
Channel Pak Guru Untung - s.id/PodcastPJBL

salam berbagi dan berkolaborasi

Tuesday, November 8, 2022

Lokakarya di SMP Negeri 2 Asembagus


Pemanfaatan teknologi informasi dan perangkat lunak dari Microsoft Office 365 bagi pembelajaran di SMP Negeri 2 Asembagus yang interaktif dikemas ke dalam digitalisasi sekolah. Ini adalah jalan untuk memperkaya pendidikan dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas tradisional. Selain itu, teknologi merupakan sumber daya yang bagus bagi guru sebagai penunjang dalam proses pengajaran dan pembelajaran di SMP Negeri 2 Asembagus Situbondo.

Teknologi dalam dunia pendidikan biasanya disebut dengan e-learning. Manfaat dari pemakaian fasilitas e-leaning adalah untuk memperlancar proses pembelajaran. Penggunaan e-learning ini juga akan memberikan dampak yang positif terhadap hasil pembelajaran. Secara umum ada dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Satu dari faktor internal itu adalah minat belajar yang memiliki hubungan erat terhadap hasil pembelajaran.

Hal ini berarti selain berdampak positif terhadap hasil belajar, penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat berdampak positif terhadap minat belajar. Penggunaan teknologi diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa karena proses pembelajaran yang bersifat konvensional dirasa kurang menyenangkan dan terbilang monoton.

Selain itu, pembelajaran yang hanya berpusat pada guru dan buku akan membuat murid bosan. Perlu suatu inovasi pembelajaran, yakni melalui digitalisasi sekolah. Pembelajaran berbasis teknologi akan membuat tampilan dan gaya belajar lebih menarik sehingga siswa terhindar dari rasa jenuh dan bosan saat mengikuti pembelajaran.

Pada Hari Jumat hingga Minggu 4-6 November 2022 SMP Negeri 2 Asembagus Situbondo menyelenggarakan Lokakarya Implementasi Digitalisasi Sekolah dan Learning Management System. Learning Management System, juga disebut Learning Management Platform, adalah program perangkat lunak berbasis web untuk manajemen, dokumentasi, pemantauan, pelaporan, administrasi dan distribusi konten pendidikan, program pelatihan, manual teknis, video instruksional atau bahan perpustakaan digital, dan proyek pembelajaran dan pengembangan. Ide Learning Management System berasal dari e-learning. E-learning yang dikembangkan dari kebutuhan akan konten pendidikan dan alat pelatihan yang murah, mudah diakses, mudah digunakan, dinamis dan kolaboratif. Platform e-learning menyediakan infrastruktur - Internet - di mana pembelajaran terjadi melalui berbagai teknik partisipasi.




 


Tuesday, November 1, 2022

Pembelajaran Kontekstual dengn Pendekatan Teknologi 1 November 2022



Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Model pembelajaran kontekstual tidak bersifat ekslusif akan tetapi dapat digabung dengan model-model pembalajaran yang lain, misalnya: penemuan, keterampilan proses, eksperimen, demonstrasi, diskusi, dan lain-lain.


Pendekatan kontekstual dapat diimplementasikan dengan baik, dituntut adanya kemampuan guru yang inovatif, kreatif, dinamis, efektif dan efisien guna menciptakan pembelajaran yang kondusif. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya nara sumber dalam pembelajaran dan kegiatan telah beralih menjadi siswa sebagai pusat kegiatan pembelajaran serta peran guru hanya sebagai motivator dan fasilitator, maka semangat siswa dapat meningkat dengan menggunakan metode, materi, dan media yang bervariasi.
Penerapan kegiatan mengkonstruk atau membangun sendiri pengetahuan pada siswa, membuat siswa terlatih untuk bernalar dan berpikir secara kritis melalui kegiatan inquiry atau menemukan sendiri masalah, kebebasan bertanya (questioning), penerapan masyarakat belajar (learning community) yaitu melatih siswa untuk bekerjasama, sharing idea, saling berbagi pengalaman, pengetahuan, saling berkomunikasi sehingga terjadi interaksi yang positif antar siswa dan pada akhirnya siswa terlibat secara aktif belajar bersama-sama.

Saya memanfaatkan PowerPoint untuk pembelajaran kontekstual karena peran saya sebagai guru yaitu membuat bahan tayang. Nah itu PowerPoint itu sudah memiliki tema atau template di mana menurut saya tema-tema yang disajikan oleh sistem itu model dewasa atau model bukan untuk anak-anak sehingga saya akhirnya mencari tema-tema bernuansa anak-anak dari situs pencari. Namun pada masa itu masih banyak yang berbayar.

Sebagai guru matematika, saya mengajarkan aneka bangun datar kepada siswa saya, dan apa manfaat mempelajari bangun datar. Kumpulan bangun datar juga bisa menjadi desain bros. Akhirnya saya mengajak siswa untuk mendesain bros di Microsoft Paint Brush, siswa mempresentasikan desain brosnya kepada teman sekelas dengan PowerPoint, membuat ulasan di Microsoft Word, dan akhirnya menghitung keuntungan membuat bros di Microsoft Excel. Kejadian ini sebenarnya sederhana. Tapi menjadi penting bagi siswa yang tinggal di area pantai, karena dengan kemampuan siswa bisa mendesain bros yang lebih cantik dari sebelumnya, bisa menghitung keuntungan, akhirnya siswa punya uang tabungan untuk membayar angkutan umum dari rumah mereka ke sekolah. Selama ini bagi siswa pesisir pantai, jika angin kencang maka orang tua tidak melaut, tidak ada hasil tangkapan ikan dan tidak punya uang untuk membayar transportasi umum anak mereka ke sekolah. Kini siswa bisa membayar sendiri transportasi ke sekolah tanpa tergantung uang saku dari orang tua. Kisah ini menjadi inspirasi pada proyek saya di ajang Microsoft Education Exchange di Singapura tahun 2018. Pada saat itu saya berkesempatan bertemu dengan guru dari semua negara di dunia.


Tema tayangan PowerPoint berbasis bentuk bangun datar terus saya buat. Itu menantang saya untuk membuat tema presentasi yang sesuai dunia anak-anak. Semakin berkembang. Zaman sekarang sudah ada tema-tema yang gratis. Tema-tema yang disajikan secara gratis itu memotivasi saya untuk membuat tema baru yang disukai siswa. Mulailah saya membuat bahan ajar di PowerPoint yang saya simpan dengan ekstensi .jpeg dan saya jadikan pengisi konten instagram, facebook, blog pribadi, web sekolah, maupun blog sekolah. Saya menggunakan nama- nama siswa saya pada setiap bahan ajar buatan saya. Secara bergantian nama siswa saya pakai di bahan ajar saya, hal itu menyebabkan siswa termotivasi melihat bahan ajar itu berulang karena ada nama mereka. Jika siswa namanya belum ada, maka dia akan memberi tahu jika namanya belum ada dan ingin tampil di bahan ajar berikutnya. Hal itu memotivasi saya terus membuat bahan ajar secara berkala. Tentu saja bahan ajar itu didesain di PowerPoint dan disimpan sebagai .jpeg untuk ditayangkan di media sosial.


Akhirnya saya termotivasi untuk mengumpulkan desain bahan ajar menjadi buku. Jadilah beberapa buku yang didesain di PowerPoint bahkan sudah saya ISBN kan. Buku itu berupa komik. Komik adalah media yang digunakan untuk mengekspresikan ide dengan gambar, sering dikombinasikan dengan teks atau informasi visual lainnya. Komik menjadi salah satu bentuk komunikasi visual yang berguna untuk menyampaikan informasi dan mempunyai kelebihan berupa mudah dimengerti. Adanya kolaborasi antara gambar dan teks yang dirangkai sedemikian rupa membentuk alur cerita yang menarik. Dari komik inilah saya membuat cerita bertema matematika ataupun juga literasi numerasi. Literasi numerasi merupakan bagian dari matematika, dalam hal komponen literasi numerasi diambil dari cakupan matematika. Literasi dan numerasi merupakan dasar kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan sebagai pondasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya dan agar anak mampu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik di masyarakat. Kemampuan literasi numerasi sebagai pengetahuan dan kecakapan yang erat kaitannya dengan pemahaman angka, simbol dan analisis informasi kuantitatif. Dengan bantuan komik ini diharapkan siswa senang matematika.



Sunday, October 23, 2022

Best Practice Inovasi Pembelajaran Melalui Pemanfaatan Rumah Belajar









Halo Sahabat Rumah Belajar, jangan lupa saksikan Webinar Best Practice Inovasi Pembelajaran Melalui Pemanfaatan Rumah Belajar Siang ini,
📆 Minggu, 23 Oktober 2022
⏰ Pukul 13.00 - 15.00 WIB

Keynote Speaker
📌 Sumarsono, S.H. M.Si
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Ngawi
📌 Raden Roro Martiningsih, S.Pd.,M.Pd
Duta Rumah Belajar Terbaik Nasional 2017
🏠 Link G-meet https://meet.google.com/aih-xmng-byf
🏠 Youtube Streaming
https://youtu.be/Klum0UpYgvA
Bersama SRB JATIM 2022
1. Untung
2. Andika Faris
3. Budi Utomo
4. Eka Nurviana Fatmawati
5. Yuliati
6. Abdul Aziz Tamami




Don't Miss it! 📌