Wednesday, May 7, 2008

Kahlil Gibran

Kahlil Gibran
Your children are not your children,
They are the sons and daughters of Life's longing for itself
They come through you but not from you,
And though they are with you, yet they belong not to you
You may give them your love but not your thoughts,
For they have their own thoughts
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow,
which you cannot visit, not even in your dreams
You may strive to be like them,
but seek not to make them like you,
For life goes not backward nor tarries with yesterday
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth,
The archer sees the mark upon the path of the infinite,
and He bends you with
His might that His arrows may go swift and far
Let your bending in the archer's hand be for gladness,
For even as He loves the arrow that flies,
so He loves also the bow that is stable
(Children, Kahlil Gibran)


Anakmu bukan milikmu
Mereka putra putri yang rindu Pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir,
namun tidak dari engkau,
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan
Bentuk pikiranmu,
Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat boleh kau kunjungi sekalipun dalam impian.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka mnyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam dimasa lampau.Kaulah busur,
dan anak-anakmulahAnak panah yang meluncur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.



ANAK-ANAK BELAJARDARI KEHIDUPAN DALAM KELUARGANYA

BY DOROTHY LAW NOTLE


Jika anak hidup dalam suasana penuh kritik, ia akan belajar untuk menyalahkan.
Jika anak hidup dalam permusuhan, ia akan belajar berkelahi.
Jika anak hidup dalam ketakutan, ia akan belajar untuk gelisah.
Jika anak hidup dalam belas kasihan diri, ia akan belajar untuk mudah memaafkan dirinya sendiri.Jika anak hidup dalam ejekan, ia akan belajar untuk merasa malu.
Jika anak hidup dalam kecemburuan, ia akan belajar untuk iri hati.
Jika anak hidup dalam rasa malu, ia akan belajar untuk rasa bersalah.
Jika anak hidup dalam semangat dan jiwa besar, ia akan belajar untuk percaya diriJika anak hidup dalam suasana saling menghargai orang lain, ia akan belajar untuk setia dan sabar.
Jika anak hidupnya diterima adanya, ia akan belajar untuk mencintainya.
Jika anak hidup dalam suasana rukun, ia akan belajar untuk mencintai dirinya sendiri.
Jika anak hidupnya dimengerti, ia akan belajar bahwa sangat baik untuk mempunyai cita-cita.Jika anak hidup dalam suasana adil, ia akan belajar kemurahan hati.
Jika anak hidup dalam kejujuran dan sportivitas, ia akan belajar tentang kebenaran dan keadilan.
Jika anak hidup dalam rasa aman, ia akan belajar untuk percaya kepada dirinya dan kepada orang lain.
Jika anak hidup dalam suasana penuh persahabatan, ia akan belajar bahwa dunia ini merupakan suatu tempat yang indah untuk hidup.
Jika kamu dalam ketenteraman, anak-anakmu akan hidup dalam ketenangan batin

3 comments:

creator said...

assalamu'alaikum

ehm.... suka bikin puisi ya?
I like that
boleh khan kalo mo nambah sodara?

tinink@gmail.com said...

makasih komentarnya, dan tentu saja boleh jadi sodaraku, karena sodaraku pada jauh, dan sepertinya sodaraku pun tidak pernah membuka blogku

nuansahijau said...

assalamu'alaikum
salam kenal..
pelajaran penting bagi para pendidik/ortu maupun y masih calon :)
nice article bu...