Banyak kegiatan yang kami lakukan saat out bond Al Muslim 2007 di Trawas yang semuanya asyik.Kegiatan out bond ini dari pagi hingga petang hari. Seru deh.
Suasana yang segar, nyaman, tenang, hijau, ditambah hujan rintik-rintik membuat suasana tambah adem. Ok.
Labels
- Akun belajar.id (79)
- Asesmen Nasional (2)
- BPMTPK (5)
- Buku (18)
- Canva (3)
- CKS (16)
- edpuzzle (1)
- Educlouds (4)
- Family (332)
- Girl4Tech (1)
- Guru Inti (2)
- Haji (114)
- Hobby (112)
- House (29)
- IDYM (22)
- IGI (17)
- Informasi Rumah Belajar (49)
- International Speaker (14)
- Isodel (3)
- Jurnal Teknodik (17)
- Kesehatan (6)
- Kinemaster (20)
- Kultum (2)
- Kurikulum (2)
- Laporan (24)
- matematika (32)
- Microsoft (100)
- My Achievements (46)
- My Activity (255)
- My Profile (25)
- My Story (205)
- Newspaper (15)
- Pandu Digital (3)
- Pena (9)
- PGRI (2)
- Pojok Inspirasi (1)
- Positive Thoughts (22)
- PPPPTK TK PLB (1)
- Quote (7)
- RPP (5)
- SAC (8)
- SILN (133)
- Sosialisasi (103)
- Tips (3)
- TV9 (2)
- TVE (15)
- Unique U (1)
Thursday, December 27, 2007
Kegiatan Out Bond Yang Asyik
Banyak kegiatan yang kami lakukan saat out bond Al Muslim 2007 di Trawas yang semuanya asyik.Kegiatan out bond ini dari pagi hingga petang hari. Seru deh.
Suasana yang segar, nyaman, tenang, hijau, ditambah hujan rintik-rintik membuat suasana tambah adem. Ok.
Out Bond in Trawas
Ini fotoku saat aku out bond di trawas tanggal 25 Desember 2008.
Sebenarnya acaranya seru banget, tapi saat itu aku sakit perut, tanggal 24 Desember aku dah ke dokter, tapi perutku tidak bisa diajak kompromi. Masih saja sakit. Aku hanya mengikuti dua permainan yaitu moving ballon dan mengurai pegangan tangan. Selain itu aku ingin ikut, tapi... perutku sakit... ya dah jadinya duduk dan tiduran aja.
Saturday, December 15, 2007
Jurnal Nasional
Ini adalah tulisanku yang dimuat di Jurnal Nasional Teknodik Pustekkom Depdiknas. Ya Allah, alhamdulillah, sebenarnya bermimpi pun aku tidak berani ataupun berkhayal kalau tulisanku akan dimuat di Jurnal Nasional Teknodik.Aku tau ini adalah berkat ridho Allah padaku, dan aku tak lupa aku ucapkan terima kasih pada ibuku tercinta Retno Asih, S.Pd., Ibu Yayasan yang sangat baik padaku, Ibu Ir. Erlina Nasution, M.Pd., Bapak Sudirman Siahaan, M.Pd., serta semua pihak yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Karena beliaulah aku bisa menulis.
Artikel Kedua di Pena
Artikel di Pena Pertama
Friday, December 14, 2007
mypulau
Thursday, December 13, 2007
Aku keluar dari pulauku
Hari ini aku keluar dari www.mypulau.com karena boros sekali pulsa hp ku. capek deh.
Padahal baru saja tadi aku tulis di blog kalo aku ikut di www.mypulau.com
ya dah... bye bye friends...
tapi teman-teman tetap bisa visit me in my blog. ok
Wednesday, December 12, 2007
Muridku tersayang
Harap dan pintaku Murid-muridku Aku punya berjuta harap padamu Akankah kau sanggup penuhi harapanku? Murid-muridku Aku punya berjuta pinta padamu Akankah kau sanggup kabulkan pintaku? Murid-muridku Jadilah kau yang terbaik Jadilah kau lebih baik dariku Jadilah kau lebih baik dari orang tuamu Agar kau bisa penuhi harapanku.
Tuesday, December 11, 2007
Main Televisi - Televisian
Hari yang ajaib
Hari Yang Ajaib
Hari itu adalah Sabtu tanggal 8 Desember 2007.
Siang itu bawaanku di sepeda montor banyak banget, diantaranya kolak kacang hijau yang akan aku berikan satpam, sayur mayur hasil panen putriku yang terdiri dari seikat besar kangkung dan 5 buah jagung manis besar (kata putriku harganya 3 ribu , dan memilih sendiri mana yang ingin dipetik di kebun kelasnya), ubi rambat pemberian tim Ge sekolahku, serta barang-barangku dan barang putriku.
Aku dah mau pulang ketika adikku mengatakan, " Mbak, aku tadi nitip pulsa temanku, tapi salah beli, mestinya star one tapi dibelikan fleksi, kamu beli ya mbak, 50 ribu" . "Ya". Aku bilang begitu.
Sampai di tempat satpam, aku berikan kolak kacang hijaunya, aku lega, karena barangku berkurang. Siang itu aku dan putriku ingin makan di luar. Akhirnya kami memutuskan membeli pangsit mie di dekat rumah ustadzah Aminah. Judul nya " Pangsit Mie Cita Rasa Eksekutif" Aku dah bayangkan pasti rasanya enak, walau pasti sedikit lebih mahal. Ga apa-apa.
Aku tunggu lama, ga segera siap, tak berapa lama ada miss call dari ibuku. Aku telp balik, ibuku cerita kalo tadi ngisi pulsa adikku 50 ribu tapi kliru fleksi. Ha ha ha. Aku jadi tau nih, ternyata yang ngisi pulsa adikku adalah ibuku, bukan dia nitip temannya seperti yang dia bilang padaku. Capek deh... Ha... ha... ha...
Tak berapa lama lewatlah ustadzah Aminah, dia klakson-klakson, aku "Tet Tet Tet" .... aku lihat siapa. Hai! Ternyata Ustadzah Aminah.
Tak lama kemudian pangsit mie yang aku pesan siap. Ya Allah... mienya kok lengket-lengket, diambil dengan sumpit tidak bisa, alias "kempel" seperti adonan lengket. Aku coba rasanya,... alamak... ga enak blas!!! Aku coba makan , neg. Ya dah aku makan beberapa suap, tak lama kemudian aku panggil yang jual. "Mas udah, berapa semuanya? " " Sepuluh ribu" Aku beri dia 20 ribu, kan nanti kembali 10 ribu, dan aku bilang padanya, "Maaf mas, pangsitnya tidak enak, masa seperti bubur lengket, dan coba deh rasanya tidak enak!" " Ya dah Bu... saya ganti ya..." " Ya dah terserah, aku juga bingung!" Aku pikir, aduh pasti lama, padahal aku mau memberi les privat. kapan selesainya, akhirnya aku bilang, " Mas, dbungkus aja!" Aku bayangkan, nanti di rumah muridku les aku makan, dan pangsit mie nya dah enak, tidak seperti tadi, karena dia dah belajar dari pengalaman. Akhirnya mie masak, dibungkus, aku diberi kembali 10 ribu. Mie aku bawa ke rumah muridku les.
Sampai di rumah muridku les, aku bilang pada muridku, " Yo, makan mie sama-sama ya, ... aku tadi beli pangsit. Aku bagi berdua kamu ya,... karena mungkin aku ga habis". Muridku setuju. Aku buka bungkusnya, dan..... Ya Allah... masih lengket, apa-apaan... dan rasanya... WEK. Tidak enak. Ini gimana sih... Kan tadi udah ga enak, sekarang kok ga enak lagi...?
Ha ... ha ... ha... Hari ini sungguh lucu, setidaknya aku bisa mengambil hikmah, tidak beli pangsit di situ lagi, walau cita rasa eksekutif, mungkin cita rasa ekonomi lebih cocok buat lidahku.
Setelah memberi les, aku ke rumah temanku, memberikan hasil panen anakku yaitu kangkung dan jagung serta aku beri ubi. Aku hanya membawa pulang sebuah jagung, dan beberapa ubi saja, yang lain aku berikan temanku. Alhamdulillah, barang bawaanku jadi lebih sedikit. Aku mampir ke Ramayana Dept. Store, membeli beberapa album foto, dan keperlun sekolah putriku.
Alhamdulillah... Hari ini benar-benar ajaib.
Saturday, December 8, 2007
My Best Friends
Friday, December 7, 2007
Thanks to Al Muslim
Terima Kasihku pada Al Muslim
Aku bisa komputer lebih baik di Al Muslim
Aku bisa internet lebih baik di Al Muslim
Aku bisa mengaji lebih baik di Al Muslim
Aku bisa bermain piano lebih baik di Al Muslim
Aku bisa menulis lebih baik di Al Muslim
Aku bisa mendidik lebih baik di Al Muslim
Aku bisa mengenal orang-orang yang lebih baik di Al Muslim
Aku mengenal Bu Lina yang sangat baik di Al Muslim
Aku mendapatkan yang terbaikdi Al Muslim
Terima Kasih
Semoga Allah senantiasa melimpahkan cinta
dan kasih Nya pada Al Muslim
Amin
Keajaiban Tuhan
Keajaiban Tuhan dalam Hidupku
Aku tahu Allah sangat cinta padaku. Tetapi aku baru sadar ternyata Allah benar-banar sangat cinta padaku. Cinta Allah sangat berlimpah padaku.
Satu dari wujud cinta Allah itu, akan aku bagikan bagi pembaca.
Saya suka menulis, dan beberapa diantaranya saya kirimkan ke tabloid lokal. Ketika dimuat pertama kalinya, saya begitu senang dan bersyukur, alhamdulillah dimuat. Dimuatnya tulisanku yang pertama, membuat aku semangat untuk menulis berikutnya. Begitulah, aku terus berusaha menulis.
Suatu saat, ibuku menyarankan aku untuk mengirimkan tulisanku ke Pustekkom Depdiknas. Nah... Akhirnya, tulisanku direspon oleh pihak Pustekkom, selain tulisanku dimuat di jurnal nasional Teknodik, aku dikirim untuk jadi instruktur di beberapa daerah di Indonesia. Alhamdulillah... senang sekali, sehingga aku bisa ke Riau, Makassar dan Papua. Senang sekali.
Aku bisa bertemu dengan banyak orang yang baik, semuanya baik. Terima kasih Tuhan.
Siapa saja orang yang baik itu? Mungkin hanya beberapa yang bisa aku sebutkan di sini, yang lain karena tidak tertulis dalam memori hpku, tapi tentu saja tersimpan dalam memori otakku dan tentu saja berada dalam hatiku di tempat yang istimewa.
Ibuku tercinta yaitu Ibu Retno Asih di Tangerang, Pak Abu Khaer, Pak Sudirman Siahaan, Pak Hardjito, Pak Syaad Patmantara, Pak Bactiar Maparung, Pak Karyadi, Pak Zainuddin, Pak Ridwan Poerwoko, Pak Singgih Sumarsono,
Mbak Mira, Mbak Yeni, Mbak Yuli, Mbak Rini, Mas Danu, Mas Bambang, Mbak Sintiya, Mbak Tini, Pak Abdul Madjid Papua, Pak Abdul Rajab Ambon, Pak Adi S Riau, Pak Adi Susilo Dumai, Pak Agus Sulsel, Pak Ali Manado, Pak Bakti Garut, Bu Eet Tasikmalaya, Pak Fakhruddin Makassar, Taqim Makassar, Pak Baso Makassar, Pak Jamal Makassar, Pak Gespers Papua, Pak Gimin Magetan, Pak Gusti Bali, Pak Indro Pustekkom, Bu Indiyah Magetan, Pak Irzalwadi Air Hangat, Pak Iya Purwakarta, Pak James Papua, Bu Jamillah Gorontalo, Pak Johan Maurits Papua, Pak John Kembuan Biak, Pak Josy Papua, Pak Kencana Sumbawa, Pak Komar Papua, Pak Leo B Papua, Bu Marey Timika, Pak Metro Jaya lampung, Pak Nono Boyolali, Pak Petrus Papua, Bu Reny Meral Kep Karimun Riau, Pak Richard Papua, Pak Rudy Kep. Riau, Pak Saharuddin Sulut, Pak Stenle Papua, Pak Suratman Siak, Pak Tri Nuryanto Sulsel, Bu Tyas Sidoarjo, Pak Wayan Bali, Bu Yani Ciamis, Pak Yusuf Papua, dll yang semuanya baik-baik.
Subscribe to:
Posts (Atom)


