Labels
- Akun belajar.id (79)
- Asesmen Nasional (2)
- BPMTPK (5)
- Buku (18)
- Canva (3)
- CKS (16)
- edpuzzle (1)
- Educlouds (4)
- Family (332)
- Girl4Tech (1)
- Guru Inti (2)
- Haji (114)
- Hobby (111)
- House (29)
- IDYM (22)
- IGI (19)
- Informasi Rumah Belajar (49)
- International Speaker (14)
- Isodel (3)
- Jurnal Teknodik (17)
- Kesehatan (6)
- Kinemaster (20)
- Kultum (2)
- Kurikulum (2)
- Laporan (24)
- matematika (32)
- Microsoft (100)
- My Achievements (46)
- My Activity (265)
- My Profile (25)
- My Story (208)
- Newspaper (15)
- Pandu Digital (3)
- Pena (9)
- PGRI (2)
- Pojok Inspirasi (1)
- Positive Thoughts (22)
- PPPPTK TK PLB (1)
- Quote (7)
- RPP (5)
- SAC (8)
- SILN (133)
- Sosialisasi (103)
- Tips (3)
- TV9 (2)
- TVE (15)
- Unique U (1)
Monday, January 18, 2021
How to Remove Photo Background
1. Choose your Photo image from your device
2. Open the link
3. Drop your Photo in the upload image
Saturday, January 16, 2021
Rekam Pembelajaran Sosiologi Kelas XI SILN 15 Januari 2021 19.00 CET /16 Januari 2021 01.00 WIB
Struktur
Sosial dalam Fenomena Kehidupan ·
A
Struktur Sosial
1.
Pengertian Struktur Sosial
Struktur
sosial memiliki arti susunan masyarakat. Struktur sosial diartikan sebagai
suatu skema penempatan nilai-nilai sosial budaya dan organ-organ masyarakat pada
posisi yang dianggap sesuai agar organisme masyarakat sebagai suatu
keseluruhan dapat berfungsi dan kepentingan setiap bagian dapat berjalan
dalam jangka waktu yang relatif lama
2.
Klasifikasi Struktur Sosial
Struktur
sosial dalam fenomena kehidupan manusia dapat diklasifikasikan atas lima
jenis sebagai berikut.
a. Struktur kaku dan luwes, atau struktur kaku bersifat tidak mungkin diubah
atau sulit untuk diubah. Struktur luwes adalah struktur yang pola
susunannya memungkinkan untuk diubah.
b. Struktur formal dan informal. Struktur formal atau resmi
adalah struktur yang diakui pihak berwenang berdasarkan hukum yang
berlaku. Adapun struktur informal atau tidak resmi adalah
struktur yang nyata atau benar-benar ada serta berfungsi bagi masyarakat,
tetapi tidak diakui oleh pihak berwenang dan tidak berketetapan hukum.
c.
Struktur homogen dan heterogen. Struktur homogen adalah suatu struktur
sosial yang unsur-unsurnya mempunyai pengaruh yang sama terhadap dunia
luar. Struktur heterogen adalah suatu struktur yang unsur-unsurnya
mempunyai kedudukan yang berbeda-beda dan kesempatan setiap unsur pun
berbeda pula, baik terhadap kelompok sendiri maupun terhadap kelompok
lain.
d. Struktur mekanis dan statistik. Struktur mekanis adalah suatu struktur
yang menuntut persamaan posisi dari anggotanya agar dapat menjalankan
fungsinya dengan baik. Struktur statistik
adalah struktur yang dapat berfungsi dengan baik apabila persyaratan
jumlah anggotanya terpenuhi.
e. Struktur atas dan bawah. Struktur atas atau suprastruktur umumnya diduduki
oleh golongan orang yang memegang kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi,
dan sosial budaya. Struktur bawah atau infrastruktur adalah tempat bagi
golongan masyarakat bawah atau mereka yang taraf kehidupannya relatif
rendah
B.
Diferensiasi Sosial
1.
Pengertian Diferensiasi Sosial
Kehidupan
manusia berbeda-beda sesuai dengan jalan hidup masing-masing dan setiap
manusia bebas memilih jalan hidupnya sendiri. Perbedaan-perbedaan
yang dimiliki setiap anggota masyarakat merupakan diferensiasi sosial.
Dengan kata lain, diferensiasi sosial adalah pengelompokan masyarakat ke
dalam atribut secara horizontal, seperti ras, etnis atau suku bangsa,
klan, agama, profesi, dan jenis kelamin.
Berdasarkan
jenisnya, diferensiasi sosial dapat dibedakan sebagai berikut.
a.
Diferensiasi tingkatan (rank differentiation), terjadi akibat
adanya ketidakseimbangan penyaluran barang dan jasa yang
dibutuhkan ke suatu daerah. Penyalurannya melalui berbagai tangan
sehingga sampai ke tujuan memiliki harga yang berbeda.
b. Diferensiasi
fungsional (functional differentiation), terjadi karena adanya pembagian
kerja yang berbeda-beda di suatu lembaga sosial. Setiap orang yang bekerja
harus melaksanakan kewajiban
sesuai dengan fungsinya.
c.
Diferensiasi adat (custom differentiation), aturan dan norma yang mengikat
masyarakat muncul di suatu daerah sebagai kebutuhan. Munculnya norma atau
aturan untuk mengatur ketenteraman dan ketertiban masyarakat sengaja
diadakan pada saat dan situasi tertentu karena keberadaannya
memang dibutuhkan. Adanya aturan atau norma yang muncul,
sejalan dengan nilai yang ada pada masyarakat bersangkutan,
agar perilaku setiap warganya terkendali.
2.
Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial
Sesuai
dengan pengertiannya, yaitu pengelompokan ke dalam kelas-kelas secara
horizontal, masyarakat memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut.
a.
Perbedaan Ras dan Etnis
Konsep
ras memiliki banyak pengertian, bergantung pada tujuan dan kondisi yang
diperlukan. Dalam pemahaman masyarakat secara umum, ras dapat berarti
golongan tertentu umat manusia berdasarkan ciri-ciri biologis
Umat
manusia yang menempati permukaan bumi telah digolongkan menurut ciri lahiriahnya
(ras) ke dalam dua golongan, yaitu sebagai berikut.
1)
Ciri-ciri kualitatif, meliputi warna kulit, warna dan bentuk rambut,
bentuk bibir, bentuk hidung, dan lain-lain. a) Warna kulit, merupakan ciri
yang paling tampak pada setiap ras manusia. Warna kulit terdiri atas hitam
(malanoderma) dan putih (leucoderma), serta variasi hitam dan
putih, misalnya kuning (xanthoderma). Sebagai contoh, putih (Nordik),
kuning (Tionghoa), cokelat (Dravia), kuningcokelat (Polinesia), cokelat-hitam
(ras Negro). b) Warna rambut terdiri atas hitam, cokelat, dan
keemasan. c) Warna mata terdiri atas hitam, cokelat, biru, hijau, dan
abuabu. d) Bentuk rambut terdiri atas bentuk lurus (leiotris),
bergelombang (cymotris), dan seperti wol (ulotris). e) Bentuk muka atau
wajah
2)
Ciri-ciri kuantitatif, meliputi berat badan, tinggi badan, ukuran badan,
bentuk dan ukuran kepala. Untuk mengetahui ukuran kepala (index
chephalis), dilakukan dengan cara membagi lebar
kepala dengan panjangnya, kemudian dikalikan seratus. Kepala manusia
terdiri atas tujuh bentuk, yaitu
ultradolichocephalis, hyperdolichocephalis, dolichocephalis, mesocephalis,
brachycephalis,
hyperbracycephalis, dan ultra bracycephalis.
Klasifikasi serta hubungan-hubungan antarras di dunia, sebagai berikut.
1)
Ras Kaukasoid. Ras ini meliputi orang-orang kulit putih dengan beberapa
variasinya yang diklasifikasikan ke dalam empat
rumpun,
yaitu sebagai berikut.
a)
Kaukasoid Nordik (Nordic Caucasoid): ukuran tubuh tinggi, rambut keemasan,
mata biru, bentuk muka lonjong atau oval. Ras tersebut terdapat di daerah
Eropa Utara sekitar Laut Baltik.
b) Kaukasoid Mediterania (Mediteran Caucasoid): ukuran tubuh lebih pendek
daripada Nordik, rambut cokelat dan hitam, mata coklat, bentuk muka bulat.
Ras tersebut terdapat di sekitar Laut
Tengah, Afrika Utara, Armenia, Saudi Arabia, dan Iran.
c)
Kaukasoid Alpin (Alpin Caucasoid): ciri-ciri tubuh antara tipe Nordik dan
Mediterania. Mereka terdapat di daerah Eropa Timur dan Eropa Tengah.
d)
Kaukasoid Indik atau Hindu (Indic Caucasoid): ukuran tubuh lebih pendek
daripada Mediterania, warna kulit ras Mong o loid (kuning dan coklat),
tetapi bentuk muka ras Kaukasoid, mata hitam, rambut hitam, bentuk
muka lonjong atau oval dan bulat. Mereka terdapat di Pakistan, India,
Banglades, dan Srilanka.
2)
Ras Mongoloid. Ras ini diklasifikasikan ke dalam tiga rumpun, yaitu
sebagai berikut.
a) Mongoloid Asia (Asiatic Mongoloid): warna kulit kuning pucat atau putih
lobak, ukuran tubuh sedang, rambut hitam kejur, bentuk muka lonjong atau
oval dan bulat, mata sipit. Ras tersebut terdapat di daerah Asia Utara, Asia
Tengah, dan Asia Timur.
b)
Mongoloid Malaya atau Oceania (Malayan Mongoloid): warna kulit kuning
kecokelatan, ukuran tubuh agak tinggi, bentuk muka lonjong atau oval dan
bulat, mata biasa, rambut hitam lurus, dan bergelombang (ikal). Mereka
terdapat di daerah Asia Tenggara, Kepulauan Indonesia,
Malaysia, Filipina, dan penduduk asli Taiwan.
c)
Mongoloid Amerika atau Indian (American Mongoloid):warna kulit merah, ukuran
tubuh tinggi, rambut hitam lurus, bentuk muka lonjong atau oval, mata
sipit. Mereka terdapat di daerah Amerika Selatan (penduduk Terra del
Fuego) dan di Amerika Utara (penduduk asli Eskimo).
3) Ras Negroid, memiliki ciri khusus terutama warna dan bentuk rambut
(hitam dan keriting). Ras ini diklasifikasikan atas tiga rumpun, yaitu
sebagai berikut.
a)
Negroid Afrika (African Negroid): badan kekar dan tinggi, kulit hitam pekat,
rambut hitam keriting, bentuk muka bulat atau tebal. Jenis ras ini
terdapat di Benua Afrika.
b) Negrito: ukuran tubuh pendek dan kekar, ukuran kaki dan tangan pendek.
Mereka terdapat di Afrika Tengah, semenanjung Melayu, dan Filipina.
c)
Negroid Melanesia (Papua Melanosoid): ciri-ciri tubuh antara Negroid
Afrika dan Negrito. Mereka terdapat di Pulau Papua dan Kepulauan Melanesia.
d)
Austroloid: ciri-ciri tubuh hampir sama dengan Negroid Afrika. Kelompok
ini merupakan ras penduduk asli Australia: bertempat tinggal di daerah
pedalaman, hidup secara bergerombol dan berpindah-pindah. Saat
ini jumlahnya relatif sedikit dan semakin berkurang.
4) Ras-ras Khusus, adalah ras yang tidak termasuk ras induk (Kaukasoid,
Mongoloid, Negroid). Ras ini diklasifikasikan ke dalam empat rumpun, yaitu
sebagai berikut.
a)
Bushman, memiliki ukuran tubuh sedang, warna kulit coklat, rambut hitam
keriting, mata lebar. Mereka terdapat di daerah gurun Kalahari (Afrika
Selatan).
b)
Veddoid, ciri-cirinya hampir sama dengan Negrito, ukuran tubuh lebih
pendek mendekati kerdil. Mereka terdapat di daerah pedalaman Srilanka dan
Sulawesi Utara.
c)
Polinesoid, ukuran tubuh sedang, warna kulit cokelat, mata lebar, rambut
hitam berombak. Mereka terdapat di Kepulauan Mikronesia dan Polinesia.
d)
Ainu, memiliki warna kulit dan rambut ras Kaukasoid, tetapi bentuk muka
ras Mongoloid. Mereka terdapat di Pulau Hokaido dan Karafuko (Jepang
Utara).
b.
Perbedaan Agama
Agama
merupakan institusi penting yang mengatur kehidupan manusia. Istilah agama
yang dikenal masyarakat merupakan terjemahan dari kata religion yang
berarti mengikat. Agama adalah perasaan berkewajiban melaksanakan perintah-perintah
Tuhan. Agama tidak terbatas perasaan, tetapi juga ibadah atau amaliah.
Agama merupakan amaliah akal manusia yang mengakui adanya kekuatan
Yang Maha tinggi dan amaliah hati manusia yang memohon rahmat
dari kekuatan tersebut.
c. Perbedaan Suku Bangsa
Suku
bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki kolektivitas serta
identitas kultural tertentu dan hidup dalam sebuah negara, bersama-sama
kelompok etnis lainnya. Suku bangsa sebagai suatu golongan manusia yang
terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan, sedangkan
kesadaran dan identitas tersebut sering dikuatkan oleh kesatuan bahasa.
d. Perbedaan Jenis Kelamin
Jenis
kelamin merupakan salah satu kategori yang diperoleh manusia sejak lahir.
Jenis kelamin juga merupakan salah satu unsur pembeda dalam diferensiasi
sosial. Secara hakiki, perbedaan lakilaki dengan perempuan bersifat horizontal
atau tidak menunjuk kan perbedaan derajat yang tinggi atau rendah sebab
perbedaan tersebut hanya menyangkut bentuk dan sifat dasar.
e.
Perbedaan Profesi
Kehidupan
manusia, terutama yang telah memiliki pekerjaan dan menjalankan tugasnya
sehari-hari, tidak lepas dari profesi atau kedudukan. Kedudukan yang
dimiliki seseorang dilatarbelakangi
peran yang berfungsi melaksanakan hak dan kewajiban dalam kegiatan
sehari-hari. Profesi akan berdampingan dengan kedudukan. Walaupun setiap
orang dapat saja memiliki kedudukan yang sama dengan orang lain, profesi
dapat berbeda.
f.
Perbedaan Klan
Klan
berhubungan dengan latar belakang keturunan yang tergabung dalam keluarga
luas, baik berdasarkan garis keturunan wanita (matrilineal) maupun
laki-laki (patrileneal) atau keduanya. Klan merupakan suatu organisasi
sosial yang khusus menghimpun anggotanya berasal dari satu keturunan yang
sama sehingga klan akan memiliki struktur sosial tersendiri yang secara
khusus untuk memperkokoh ikatan kekerabatan di antara mereka.
Friday, January 15, 2021
Laporan DRB Roro 2020
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan
dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom Kemdikbud)
sejak tahun 2011 telah mengembangkan portal pembelajaran Rumah Belajar yang
berisikan konten-konten pembelajaran dan aplikasi e-pembelajaran untuk siswa,
guru dan masyarakat umum. Dengan kata lain, portal Rumah Belajar merupakan
portal pembelajaran resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan alamat
url http://belajar.kemdikbud.go.id. Portal Rumah Belajar menyediakan fasilitas
Sumber Belajar, Kelas Maya, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Kurikulum
2013, dan Jelajah Luar Angkasa.Portal Rumah Belajar telah dimanfaatkan secara
luas di seluruh Indonesia baik oleh guru, siswa dan komunitas.
Fitur-fitur yang tersedia di portal Rumah Belajar
antara lain, yaitu: sumber belajar, Buku Sekolah Elektronik (BSE), bank soal,
laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan
keprofesian berkelanjutan, dan kelas maya. Selain fitur utama terdapat juga
konten-konten terbaru serta fitur-fitur pendukung seperti karya komunitas
(materi pembelajaran dari komunitas), karya guru (pembelajaran dari guru), dan
karya bahasa dan sastra (pustaka bahasa dan sastra). Seiring dengan tingginya
jumlah sekolah dan guru yang ingin memanfaatkan Portal Rumah Belajar namun
tidak semuanya dapat dilayani oleh karena itu Pustekkom mengembangkan program
Duta Rumah Belajar yang dapat menjadi solusi bagi sekolah, guru, siswa dan
masyarakat yang ingin memanfaatkan portal Rumah Belajar.
Duta Rumah Belajar adalah orang yang akan
menggerakkan unsur-unsur lain yang diperlukan dalam meningkatkan pemanfaatan
teknologi dalam pembelajaran khususnya pemanfaatan fitur-fitur yang ada dalam
rumah belajar. Duta Rumah Belajar diharapkan akan menjadi mesin pengerak utama
yang akan mampu membangun budaya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di
sekolahsekolah untuk guru dan komunitas. Dengan hadirnya Duta Rumah Belajar
maka pemanfaatan portal Rumah Belajar akan lebih optimal dan efektif. Program
Duta Rumah Belajar telah berlangsung sejak tahun 2017 dan telah terpilih
sebanyak 102 Duta Rumah Belajar mewakili provinsi masing-masing.
Duta Rumah Belajar dalam tugasnya membantu
Pustekkom khususnya portal Rumah Belajar dalam mensosialisasikan dan mendiseminasikan
segala fitur yang ada di Rumah Belajar kepada rekan sesama guru yang ada di
daerahnya maupun ke dalam komunitas guru tersebut. Duta Rumah Belajar akan
dapat menjadi solusi bagi pendayagunaan TIK ke dalam pembelajaran khususnya
pemanfaatan portal Rumah Belajar. Oleh karena itu, untuk untuk mencatat pelaksanaan tugas Duta Rumah Belajar di lapangan dibuatlah laporan ini.
B. Dasar Hukum
Penyusunan laporan Duta Rumah
Belajar ini berlandaskan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
2.
Undang-Undang Guru Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang
Kualifikasi dan Kompetensi Guru.
4. Permendikbud Nomor 99 tahun 2013 tentang Tata
kelola TIK di Lingkungan Kemendikbud.
5. Permendikbud Nomor 11 tahun 2015 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
6. Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Tahun 2015 s.d. 2019.
7. Rencana Strategis Pustekkom Kemendikbud Tahun
2015 s.d. 2019
8. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
No. 09 Tahun 2018 Ke Gubernur, Bupati, Walikota tentang Pemanfaatan Rumah
Belajar.
9. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
No. 10 Tahun 2018 ke Unit-unit Utama di Lingkungan Kemendikbud tentang
Pemanfaatan Rumah Belajar.
C. Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan laporan aktivitas Duta Rumah Belajar adalah:
1. sebagai panduan bagi Pustekkom Kemdikbud, Dinas
pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, dan pemangku kepentingan dalam mengelola
Duta Rumah Belajar;
2. sebagai evaluasi bagi para Duta Rumah Belajar dalam
melaksanakan tugas sebagai Duta Rumah Belajar di lapangan;
3. sebagai bahan komunikasi, informasi dan edukasi
bagi para Duta Rumah Belajar dengan stakeholder di daerah.
BAB II
PELAKSANAAN TUGAS DUTA RUMAH BELAJAR
A. Raden Roro Martiningsih, S.Pd., M.Pd. Telah
Memenuhi Syarat Menjadi Duta Rumah Belajar
1. Masih aktif melaksanakan tugas sebagai guru di
SMP Muhammadiyah 1 Surabaya dibuktikan dengan SK {impinan Daerah Muhammadiyah
Kota Surabaya Nomor 855/KEP/III.O/D/2018 tentang Pengangkatan dan Penrtapan
Guru Tetap SMP Muhammadiyah 1 Surabaya
2. Mengajar matematika di SMP Muhammadiyah 1
Surabaya dibuktikan dengan SK Kepala SMP Muhammadiyah 1 Surabaya Kecamatan
Simokerto Surabaya No. 188.4/120/191/2019
3. Menerima SK dari Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan No 4587/12.1/KP/2017
4. Menandatangani perjanjian kerja antara Duta
Rumah Belajar dengan Kepala Pustekkom Kemdikbud.
Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 7 SILN 15 Januari 2021
Keberagaman
Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
A.
Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
1. Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia
Keberagaman dalam masyarakat Indonesia sudah menjadi ketetapan Tuhan Yang
Maha Kuasa. Keberagaman merupakan anugerah yang patut disyukuri karena
tidak mudah mengelola keberagaman di Indonesia. Keberagaman masyarakat
Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang datang dari
dalam maupun luar masyarakat. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor alam,
diri sendiri, dan masyarakat. Secara umum keberagaman masyarakat
Indonesia disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.
a. Letak strategis wilayah Indonesia
Letak
Indonesia yang strategis yaitu diantara Samudra Pasifik dan SamudraIndonesia,
serta dua benua Asia dan Australia mengakibatkan wilayah kita menjadi
jalur perdagangan internasional. Lalu lintas perdagangan tidak hanya
membawa komoditas dagang, namun juga pengaruh kebudayaan mereka terhadap
budaya Indonesia. Kedatangan bangsa asing yang berbeda ras, kemudian
menetap di Indonesia mengakibatkan kemajemukkan ras, agama dan bahasa.
b.
Kondisi negara kepulauan
Indonesia
terdiri atas ribuan pulau yang secara fisik terpisah-pisah. Keadaan ini
menghambat hubungan antar masyarakat dari pulau yang berbeda-beda. Setiap
masyarakat di kepulauan mengembangkan budaya mereka masing-masing, sesuai
dengan tingkat kemajuan dan lingkungan masing-masing. Hal ini
mengakibatkan perbedaan suku bangsa, bahasa, budaya, serta peranan
laki-laki dan perempuan.
c.
Perbedaan kondisi alam
Kondisi
alam yang berbeda seperti daerah pantai, pegunungan, daerah subur, padang
rumput, pegunungan, dataran rendah, rawa, dan laut mengakibatkan perbedaan
masyarakat. Juga kondisi kekayaan alam, tanaman yang dapat tumbuh, hewan
yang hidup di sekitarnya. Masyarakat di daerah pantai berbeda dengan
masyarakat pegunungan, seperti perbedaan bentuk rumah, mata pencaharian,
makanan pokok, pakaian, kesenian, bahkan kepercayaan.
d.
Keadaan transportasi dan komunikasi
Kemajuan
sarana transportasi dan komunikasi juga memengaruhi perbedaan masyarakat
Indonesia. Kemudahan sarana ini membawa masyarakat mudah berhubungan
dengan masyarakat lain, meskipun jarak dan kondisi alam yang sulit.
Sebaliknya sarana yang terbatas juga menjadi penyebab keberagaman
masyarakat Indonesia.
e. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan
Sikap
masyarakat terhadap sesuatu yang baru baik yang datang dari dalam maupun
luar masyarakat membawa pengaruh terhadap perbedaan masyarakat Indonesia.
Ada masyarakat yang mudah menerima orang asing atau budaya lain, seperti
masyarakat perkotaan. Namun ada juga sebagian masyarakat tetap bertahan
pada budaya sendiri.
2.
Keberagaman Suku
Suku
bangsa sering juga disebut etnik. Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa
berarti sekelompok manusia yang memiliki kesatuan budaya dan terikat oleh
kesadaran dan identitas tersebut. Kesadaran dan identitas biasanya
dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Jadi, suku bangsa merupakan gabungan
sosial yang dibedakan dari golongan-golongan sosial karena mempunyai
ciri-ciri paling mendasar dan umum berkaitan dengan asal usul dan tempat
asal serta kebudayaan. Keberagaman bangsa Indonesia, diakibatkan oleh
jumlah suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia sangat banyak dan
tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Setiap suku bangsa mempunyai ciri
atau karakter tersendiri, baik dalam aspek sosial maupun budaya. Menurut
penelitian Badan Pusat Statistik yang dilaksanakan tahun 2010, di
Indonesia terdapat 1.128 suku bangsa. Antarsuku bangsa di Indonesia
memiliki berbagai perbedaan dan itulah yang membentuk keanekaragaman di
Indonesia.
3.
Keberagaman Agama dan Kepercayaan
Ajaran
agama Hindu dan Budha dibawa oleh bangsa India yang sudah
lama berdagang dengan Indonesia. Ajaran agama Islam dibawa
oleh pedagang Gujarat dan Parsi sekitar abad ke- 13.
Kedatanagn bangsa Eropa membawa ajaran agama Kristen dan Katolik, sedangkan
pedagang
dari Cina menganut agama Kong Hu Chu. Berbagai
ajaran agama diterima oleh bangsa Indonesia karena masyarakat sudah mengenal
kepercayaan seperti animisme dan dinamisme.
4. Keberagaman
Ras
Masyarakat
Indonesia memiliki keberagaman ras. Hal ini disebabkan oleh kedatangan bangsa asing
ke wilayah Indonesia, sejarah penyebaran ras di dunia,
serta letak dan kondisi geografis wilayah Indonesia. Kondisi masyarakat
Indonesia yang memiliki keberagaman ras berpotensi
menimbulkan konflik yang tidak hanya merugikan kelompok masyarakat tetapi juga
merugikan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, setiap
warga negara harus menjunjung tinggi rasa persaudaraan, kekerabatan, dan
persahabatan sehingga terwujud perdamaian. Hal itu sesuai dengan Sila
kedua Pancasila, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab bahwa bangsa Indonesia
menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia tanpa membeda-bedakan ras.
5. Keberagaman
Antargolongan
Dalam
sosiologi, adanya lapisan dalam masyarakat itu disebut ”Social Stratification” atau
kelas sosial. Adanya perbedaan kelas dalam lapisan masyarakat
menyebabkan terjadinya penggolongan kelas-kelas secara bertingkat. Hal itu diwujudkan
dalam kelas tinggi, kelas sedang, dan kelas rendah dengan ditandai oleh adanya
ketidakseimbangan dalam pembagian hak dan kewajiban individu dan kelompok di
dalam suatu sistem sosial.
B. Arti Penting Memahami Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Aspek kewilayahan menjelaskan, bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia adalah merupakan negara kepulauan. Undang-Undang Nomor 6 Tahun
1996 tentang Perairan Indonesia, menyebutkan pengertian negara kepulauan adalah
negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih kepulauan dan dapat
mencakup pulau-pulau lain. Dalam konsep wawasan nusantara, laut bukan
merupakan unsur pemisah akan tetapi menjadi unsur pemersatu. Kondisi
kewilayahan negara Indonesia sebagai negara kepulauan, dapat menyebabkan terjadinya
perpecahan bangsa (disintegrasi). Sejarah telah membuktikan bahwa
pemerintah Indonesia pernah menghadapi persoalan adanya daerah yang
ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain kondisi kewilayahan, aspek sosial budaya menunjukan bahwa masya
rakat Indonesia diwarnai oleh berbagai macam perbedaan. Kondisi sosial budaya
yang demikian menjadikan kehidupan bangsa Indonesia diwarnai oleh berbagai
macam perbedaan. Kenyataan juga menunjukkan, bahwa
dalam kehidupan bangsa Indonesia sering terjadi konflik anra kelompok
yang dilatarbelakangi oleh perbedaan-per bedaan. ini menjadikan perhatian
bagi semua komponen bangsa agar dapat tetap mem pertahankan persatuan
dan kesatuan bangsa.
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika terdapat pada lambang negara
Republik Indonesia, yaitu Burung Garuda Pancasila. Di kaki Burung Garuda
Pancasila mencengkram sebuah pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika.
Katakata tersebut dapat pula diartikan : Berbeda-beda tetapi tetap satu.
Bhinneka Tunggal Ika mengandung makna bahwa walaupun bangsa Indonesia
terdiri atas berbagai macam suku bangsa, adat-istiadat, ras dan agama yang
beraneka ragam namun keseluruhannya merupakan suatu persatuan dan
kesatuan. Penjelmaan persatuan bangsa dan negara Indonesia tersebut
disimpulkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 tahun 1951 tentang
lambang
Negara Republik Indonesia, yang diundangkan tanggal 28 Nopember 1951 dan
termuat dalam Lembaran Negara Nomor II Tahun 1951. Bhinneka Tunggal
Ika mengandung makna meskipun bangsa Indonesia terdiri atas beraneka ragam
suku bangsa, adat istiadat, ras dan agama namun keseluruhannya itu
merupakan satu kesatuan, yaitu bangsa dan negara Indonesia.
C. Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Suku, Agama, Ras, dan
Antargolongan
Semua manusia pada dasarnya sama. Tuhan menciptakan manusia berbeda dan
beragam. Perbedaan itu adalah anugerah yang harus kita syukuri. Mengapa
kita harus bersyukur dengan keragaman itu? Dengan keragaman, kita menjadi
bangsa yang besar dan arif dalam bertindak.
1. Perilaku
Toleran dalam Kehidupan Beragama
Semua
orang di Indonesia tentu menyakini salah satu agama atau kepercayaan yang ada
di Indonesia. Pemerintah Indonesia mengakui enam agama yang ada di
Indonesia. Agama tersebut adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan
Khonghucu. Negara menjamin warga negaranya untuk menganut dan
mengamalkan ajaran agamanya masing-masing. Jaminan negara terhadap warga
negara untuk memeluk dan beribadah diatur dalam UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 Pasal 29 ayat (2) yang berbunyi, ”Negara menjamin
kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan
untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Dalam kehidupan
berbangsa, seperti kita ketahui keberagaman dalam agama itu benar-benar terjadi.
Agama tidak mengajarkan untuk memaksakan keyakinan kita kepada orang lain.
Oleh karena itu, bentuk perilaku kehidupan
dalam keberagaman agama di antaranya diwujudkan dalam bentuk
sebagai berikut.
a.
Melaksanakan ajaran agama yang dianutnya dengan baik dan benar.
b.
Menghormati agama yang diyakini orang lain.
c.
Tidak memaksakan keyakinan agama yang dianutnya kepada orang lain.
d.
Toleran terhadap pelaksanaan ibadah yang dianut pemeluk agama lain.
2. Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Suku dan Ras di Indonesia
Perbedaan
suku dan ras antara manusia yang satu dengan manusia yang lain hendaknya
tidak menjadi kendala dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia maupun dalam pergaulan dunia. Kita harus menghormati harkat dan
martabat manusia yang lain. Marilah kita mengembangkan semangat
persaudaraan dengan sesama manusia dengan menjunjung nilai- nilai
kemanusiaan.
3.
Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Sosial Budaya
Kehidupan
sosial dan keberagaman kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia tentu
menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Kita tentu harus bersemangat untuk
memelihara dan menjaga kebudayaan bangsa Indonesia. Siapa lagi yang akan
mempertahankan budaya bangsa jika bukan kita sendiri. Ceritakan pengalaman
kehidupan toleran kalian di depan kelas dan mintalah tanggapan dari teman
lainnya.
Bagi
seorang pelajar, perilaku dan semangat kebangsaan dalam mem pertahankan
keberagaman budaya bangsa dapat dilaksanakan dengan :
a.
mengetahui keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia;
b.
mempelajari dan menguasai salah satu seni budaya sesuai dengan minat dan
kesenangannya;
c.
merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri; dan
d.
menyaring budaya asing yang masuk ke dalam bangsa Indonesia.
Thursday, January 14, 2021
Bismillah semoga lolos
Steven
Sutantro
Selamat
Datang Kandidat Google Master Trainers ! Silahkan memperkenalkan diri Anda
disini dengan membalas thread ini dengan menuliskan nama, asal institusi, dan
alasan / motivasi mengikuti program Google Master Trainer.
Raden
Martiningsih
Salam
kenal bapk ibu guru hebat di seluruh Indonesia, nama saya Raden Roro
Martiningsih, S.Pd., M.Pd. Guru SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. Motivasi mengikuti
kegiatan ini adalah berharap dapat mengembangkan diri sebagai fasilitator pembelajaran
profesional berkelanjutan dan mampu bekerja secara efisien, mengajar dengan
interaktif. Bismillah, semoga kiranya saya mampu menyelesaikan segala kegiatan
dengan baik. aamiin.😇

























CAN JOIN
INFORMASI GOOGLE MASTER TRAINER ANGKATAN #2 |
Peserta yang berhak mendaftar dalam program ini adalah
Latar Belakang
Dalam rangka mewujudkan guru dan pemimpin sekolah yang mampu menginspirasi dan memimpin perubahan di era digitalisasi yang memanfaatkan media teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan bekerja sama dengan Google for Education & REFO Indonesia membuka kesempatan bagi seluruh Widyaiswara, Guru SD & SMP Sekolah Penerima Chromebook, Duta Rumah Belajar, Admin @belajar.id - Pusdatin Kemdikbud, Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) - Ditjen GTK untuk dapat mengikuti Program Google Master Trainer yang dilakukan secara daring.
Apa itu Google Master Trainer?
Google Master Trainer adalah program pelatihan dan mentoring intensif online mengenai dasar-dasar keahlian penggunaan Google Suite for Education untuk
Bertumbuh secara profesional.
Bekerja secara efisien dengan G Suite for Education
Mengajar dengan interaktif dengan G Suite for Education
Sukses mengintegrasikan G Suite for Education dalam pembelajaran jarak jauh.
Mengapa Google Master Trainer?
Menginspirasi pemimpin sekolah dan guru memimpin perubahan.
Mendapat pengakuan resmi dari Google secara internasional.
Mendapat sertifikasi partisipasi program master trainer 32 jam.
Mendapat sertifikat penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Mendapat sertifikat kontribusi pelatihan guru 32 jam.
Simulasi Ujian Google Certified Educator Level 1
1 Voucher Ujian Google Certified Educator Level 1
Apa Persyaratan untuk Mengikuti Program ini?
Lolos seleksi
Komitmen menyelesaikan semua program Bootcamp
Komitmen mengerjakan semua tugas Bootcamp dengan minimal nilai 80.
Komitmen melatih minimal 50 guru.
Komitmen untuk lulus ujian Google Certified Educator Level 1.
Kewajiban Peserta:
Menghadiri semua kegiatan Bootcamp secara online.
Mengerjakan semua tugas Bootcamp dengan minimal nilai 80.
Melatih minimal 50 guru.
Lulus ujian Google Certified Educator Level 1.
Hak Peserta Setelah Mengikuti Program ini
Memiliki akun belajar.id untuk mendaftar di program ini.
Mendapat sertifikat internasional Google Certified Educator (setelah lulus ujian)
Mendapat sertifikasi partisipasi program master trainer 32 jam.
Mendapat sertifikat penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Mendapat sertifikat kontribusi pelatihan guru 32 jam.
Bimbingan Online & Simulasi Ujian Google Certified Educator.
1 Voucher Ujian Google Certified Educators.
Bagaimana Cara Mendaftar Program ini?
Mengisi formulir seleksi Google Master Trainer yang ada disini: http://bit.ly/kemdikbudgmtbatch2 sebelum Senin, 28 Desember 2020 pukul 17.00
Timeline Program Master Trainer
No | Tahap | Tanggal | Tugas |
1 | Seleksi | 21 Desember 2020 | Pendaftaran dibuka |
2 | 28 Desember 2020 | Pendaftaran ditutup | |
3 | 4 Januari 2021 | Konfirmasi Peserta | |
4 | 8 Januari 2021 | Pengumuman Peserta yang diterima | |
4 | Pelatihan | 16 Januari 2021* | Pelatihan 1 Kelas Kolaboratif |
5 | 23 Januari 2021* | Pelatihan 2 Komunikasi Efektif | |
6 | 30 Januari 2021* | Pelatihan 3 Mengajar Interaktif | |
7 | 6 Februari 2021* | Pelatihan 4 Persiapan Training | |
8 | Mentoring | 13 Februari - 6 Maret 2021 | Pelatihan 50 guru |
9 | 8 - 13 Maret 2021 | Pengumpulan Pelaporan Pelatihan | |
10 | Ujian GCE | 15-20 Maret 2021 | Ujian GCE L1 |
11 | 22 - 26 Maret 2021 | Pengumpulan Laporan Ujian GCE L1 | |
12 | 31 Maret 2021* | Penutupan |
*) Waktu pelaksanaan pelatihan akan dikonfirmasi kepada peserta yang lolos seleksi
Bagaimana Metode & Materi Pelatihannya?
No | MATERI PELATIHAN | DURASI (JAM) | |
TATAP MUKA ONLINE | TUGAS ONLINE | ||
1 | Kelas Kolaboratif | 3 jam | 5 jam |
2 | Komunikasi Efektif | 3 jam | 5 jam |
3 | Mengajar Interaktif | 3 jam | 5 jam |
4 | Persiapan Training & Ujian | 3 jam | 5 jam |
SUBTOTAL | 12 Jam | 20 Jam | |
TOTAL | 32 Jam | ||
Bagaimana Metode & Materi Pelatihan 50 Guru?
No | MATERI PELATIHAN | DURASI (JAM) | |
TATAP MUKA | TUGAS ONLINE | ||
1 | Belajar di Mana Saja Tanpa Batas dengan belajar.id | 3 jam | 5 jam |
2 | Membuat Kelas Interaktif dengan belajar.id | 3 jam | 5 jam |
3 | Berinteraksi dengan Siswa dengan belajar.id | 3 jam | 5 jam |
4 | Membuat Penilaian Siswa dengan belajar.id | 3 jam | 5 jam |
SUBTOTAL | 12 Jam | 20 Jam | |
TOTAL | 32 Jam | ||
Bagaimana cara saya dapat menyelesaikan program ini?
Menyelesaikan semua program GCE L1 Bootcamp.
Menyelesaikan semua tugas & checklist keahlian yang dapat terpantau di Google Classroom.
Menyelesaikan Pelatihan 50 Guru.
Melaporkan Hasil Pelatihan.
Lulus Ujian GCE L1.
Bagaimana cara mengikuti seleksi program ini?
Daftarkan diri anda di bit.ly/kemdikbudgmtbatch2
Kami hanya akan menginformasikan peserta yang lolos seleksi via email mengenai detil pelaksanaan acaranya.
Sumber-Sumber Belajar
Cara mendapatkan akun pembelajaran @belajar.id www.belajar.id
Cara menggunakan akun pembelajaran @belajar.id www.belajardimanasaja.id
Webinar cara menggunakan akun pembelajaran @belajar.id bit.ly/webinarbelajardimanasaja
Bergabung di Grup Belajar di Mana Saja di bit.ly/grupbelajardimanasaja



































